Konsep Dasar Unit Keuangan Mikro dalam Gapoktan

Program Pengembangan Usaha Agribinis Perdesaan (PUAP) adalah merupakan program yang dikembangkan oleh Departemen Pertanian yang merupakan bagian dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri ( PNPM-M). Program ini dilaksanakan oleh petani ( pemilik atau penggarap), buruh tani dan tumah tangga tani miskin di perdesaan melalui koordinasi gapoktan sebagai lembaga yang dimiliki dan dikelola oleh petani. Salah satu tujuan PUAP adalah mengatasi petani terhadap ketersediaan permodalan, akses pasar dan teknologi.

Dalam pelaksanannya PUAP akan memberikan dana stimulant berupa BLM kepada masyarakat ( Petani) melalui kelompok tani dan gapoktan, dan dalam gapoktan sesuai dengan fungsi dan perannya gapoktan harus mampu mengelola dan mengembangkan BLM tadi sebagai bagian dari proses pembentukan dana abadi disetiap perdesaan untuk pengembangan agribisnis. Proses pengelolaan dana oleh gapoktan nantinya harus dikelola secara professional melalui salah satu unit usaha gapoktan yaitu unit pengelola simpan pinjam. Karena salah satu tujuan pengembangan PUAP ini adalah penyediaan permodalaan bagi petani dalam rangka pengembangan usaha agribisnis maka yang mutlak harus ada dalam program ini adalah adanya lembaga yang mampu mengelola keuangan dan model yang cocok dengan karakter perdesaan adalam model lembaga keuangan mikro atau LKM.

Nilai Strategis Keuangan Mikro

Sebagian besar penduduk Indonesia adalah bekerja di sektor pertanian dan tinggal di perdesaan, sebagian besar usaha petani (97%) adalah tergolong usaha mikro. Mengapa bisnis usaha tani di Indonesia tidak berkembang secara berarti/significant dan merata ? Di antara jawabannya adalah :

1. Usaha tani umumnya adalah usaha mikro yg tidak mampu mendapatkan akses modal ke perbankan.
2. Tidak cukup banyak LKM yang profesional dan campin menjembatani perbankan dengan usaha tani/mikro
3. Pengusaha tani/mikro lemah dalam manajemen, informasi pasar, teknologi, SDM
4. Tidak ada pendampingan untuk mendapatkan akses, dan untuk pengelolaan usaha

Oleh karena itu nilai strategis pengembangan LKM di lingkungan gapoktan mempunyai nilai strategis diantaranya, adalah :

1. Penanggulangan kemiskinan harus dilakukan dengan cara berkelanjutan, dan tidak berbasis pada charity.
2. Proporsi terbesar orang miskin (92,7%) adalah pengusaha mikro (economically active poor)
3. Kebutuhan terbesar pengusaha mikro adalah akses pada pelayanan keuangan.
4. Bank tidak mungkin mampu langsung mencapai usaha mikro kecuali melalui LKM.
5. Di Indonesia, keuangan mikro sudah mempunyai sejarah panjang.
6. Rakyat sebenarnya memiliki potensi untuk mengembangkan lembaga keuangan mikro (potensi simpanan dan pembiayaan ).

Hernandi de Soto dalam bukunya The Mystery of Capital (2001) menggambarkan betapa besarnya sektor ekonomi informal dalam memainkan perannya dalam aktivitas ekonomi di negara berkembang. Ia juga mensinyalir keterpurukan ekonomi di negara berkembang disebabkan ketidakmampuan untuk menumbuhkan lembaga permodalan bagi masyarakatnya yang mayoritas pengusaha kecil/mikro.

Pengertian Umum :
Lembaga Keuangan Mikro (LKM) adalah sistem intermidiasi keuangan pada level mikro baik formal maupun non formal yang didirikan dan dimiliki bersama oleh warga masyarakat untuk memecahkan masalah/kendala permodalan dan kebutuhan dana yang dihadapi para anggotanya, dalam rangka mengembangkan usaha produktif, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.”

Pengertian khusus LKM PUAP :
Sistem intermediasi keuangan bagi para anggota kelompok tani dan warga yang terpilih dari lingkungan ikatan pemersatunya (tingkat desa) yang bersepakat untuk bekerjasama saling menolong dengan menabung secara teratur dan terus-menerus sehingga terbentuk modal bersama yang terus berkembang, guna dipinjamkan kepada para anggota untuk tujuan produktif dan kesejahteraan dengan tingkat bagihasil/jasa tabungan maupun pembiayaan yang layak dan bersaing”.

Tujuan Umum :
a. Memacu pertumbuhan dan perkembangan usaha ekonomi anggota dan masyarakat sekitar
b. Tumbuhnya infrastruktur layanan keuangan yang kuat dan dimiliki oleh masyarakat perdesaan
c. Keluarga miskin pengusaha mikro dapat memperoleh pelayanan keuangan.
d. Arus pelarian dana keluar wilayah perdesaan dapat dicegah.
e. Potensi ekonomi perdesaan dapat berkembang optimal
f. Masyarakat miskin di perdesaan dapat membangun dirinya sendiri.
g. Program-program pengembangan perdesaan dapat disinergikan.

Manfaat LKM

Apabila LKM dapat berkembang menjadi kuat dan luas, akan dapat memberikan manfaat kepada para anggotanya dan masyarakat miskin perdesaan pada umumnya, antara lain:

a. Keluarga miskin pelaku usaha mikro, dapat memperoleh pelayanan keuangan untuk modal usaha dan terhindar dari rentenir.
b. Surplus dari pendapatan LKM akan kembali kepada anggota.
c. Ada mobilisasi dan pemanfaatan sumber ekonomi perdesaan.
d. Meningkatkan produktifitas perdesaan
e. Ada perubahan budaya dalam pengelolaan ekonomi rumah tangga dari pola defisist menjadi pola surplus,
f. Membuka peluang usaha dan lapangan kerja di perdesaan.
g. Masyarakat miskin dapat ikut mengambil keputusan-keputusan pembangunan.
h. Membangun kemandirian dan keswadayaan masyarakat.
i. Membangun kepercayaan diri dan memperkuat posisi tawar.
j. Mempercepat pertumbuhan ekonomi perdesaan.
k. Merangsang tumbuhnya jiwa kewiarausahaan.
l. Mebangun kehidupann bersama yang dijiwai oleh rasa persaudaraan, semangat kesetiakawanan dan kegotongroyongan.
m. Membangun kebiasaan menabung secara disiplin dalam rangka mengakumulasikan asset keluarga.

gambar 1

gambar 1

Karakteristik LKM :

1. MANDIRI :
Swadaya & mampu membiayai usahanya sendiri (cost recovery)

2. PROFESIONAL :
• Dikelola dengan penuh waktu, bukan pekerjaan sambilan (full time).
• Adanya fasilitas pendampingan & Pelatihan berjenjang dilengkapi modul-modul aplikatif (continuous training & technical assistance) untuk paket dan pelaksanaan pelatihan dapat menghubungi Pinbuk
• Produk simpanan dan pembiayaan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat (demand’s driven)
• Menerapkan sistem, prosedur administrasi dan akuntansi standar Lembaga Keuangan yg dirancang sederhana, efisien dan efektif (simplicity), untuk memudahkan proses dan prosedur pengadiministrasian dapat menggunakan Teknologi Informasi dengan piranti lunak (software) tertentu.
• Pengelolaan & laporan keuangan secara terbuka (transparancy)

3. MENGAKAR DI MASYARAKAT :
Diinisiasi, dimiliki dan dikelola oleh masyarakat setempat sehingga tumbuh rasa memiliki & tanggung jawab (sense of belonging & responsibility)

LKM YANG SEHAT
Ciri-ciri LKM yang sehat antara lain:

1. Jumlah kekayaan yang produktif minimal 80% terhadap seluruh kekayaan dengan ketentuan :
a) Maksimum kas berupa uang tunai tambah tabungan lancar di Bank tidak melebihi 5% dari seluruh kekayaan.
b) Maksimum harta tetap tidak melebihi 15% dari seluruh kekayaan.

2. Jumlah modal sendiri tidak kurang dari 25% terhadap seluruh jumlah kekayaan.
3. Tingkat pertumbuhan kekayaan pertahun harus lebih besar dari tingkat inflasi.
4. Batas Maksimum Pemberian Kredit (BPMK) untuk seorang anggota tidak melebihi 25% dari nilai modal sendiri LKM.
5. Utang kepada Bank atau pihak ketiga lainnya maksimum 75% terhadap jumlah kekayaan.
6. Jumlah kekayaan lancar minimum 120% terhadap kewajiban lancar yang harus dibayar.
7. Semua aspek dan fungsi manajemen (perencanaan, pelaksanaan, monitoring, pengawasan, evaluasi) LKM berjalan baik.
8. Jangkauan layanan pinjaman merata. Minimal 65% dari jumlah seluruh anggota masih memiliki sisa pinjaman.
9. LKM memperoleh tingkat pendapatan lebih besar dibandingkan rata-rata bunga deposito Bank.
10. Biaya operasional maksimum 50% terhadap pendapatan operasional. Pendapatan operasional adalah penerimaan bunga kredit dikurangi beban biaya dana dari utang pihak ketiga maupun anggota dalam setahun.
11. Tunggakan maksimum 5% terhadap sisa kredit anggota dan tidak lebih dari separuhnya berada pada posisi diragukan dan macet.

Struktur Organisasi Pengelola
Struktur organisasi diwawah ini adalah struktur organisasi yang disusun berdasarkan kebutuhan dan fungsi kerja LKM untuk LKM pada awal-awal operasi menggunakan pendekatan pra koperasi. Perbedaan yang mungkin muncul adalah pada aspek peristilahan saja itupun pada level pengurus keatas atau pada dewan direksi akan tetapi dalam fungsi kerja pada dasarnya sama saja. Dalam praktek pelaksanannya ketika perusahaan masih kecil biasanya para pengurus ataupun direksi merangkap sebagai pengelola.
Contoh struktur organisasi LKM dalam Gapoktan:

gambar 2

gambar 2

Job Description ( Uraian Tugas )
Mengacu pada sruktur organisasi LKM dalam gapoktan diatas, maka pada masing-masing tingkatan diberikan uraian tugas sebagai fungsi masing-masing tingkatan dengan ciri sebagai sebuah organisasi :
A. Manajer Umum
• Bertanggung jawab atas perencanaan, koordinasi dan pengarahan dari semua aktivitas operasi LKM guna mencapai sasaran dan tujuan yang sudah ditetapkan.
• Bertanggung jawab menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan perencanaan produk, pemasaran dan penerapan dari sistem manajemen, administrasi kepegawaian, keuangan dan akuntabilitas keuangan pada pengurus.
• Bertanggung jawab untuk operasi yang menguntungkan dalam rangka kebijaksanaan, sasaran-sasaran dan anggaran-anggaran yang dibuat bersama staf manajemen.

Tugas Utama dan Wewenang :

1. Membuat dan menerapkan rencana-rencana dan sasaran-sasaran dari bawahan langsung.

2. Membuat rencana kerja secara periodik, yang meliputi
a) Rencana pemasaran
b) Rencana pembiayaan
c) Rencana biaya operasi
d) Rencana keuangan

3. Merencanakan dan memantau aktivitas pembiayaan dan penggalangan dana
• Menyetujui sasaran pemasaran jangka panjang dan pendek.
• Mengevaluasi pelaksanaan terhadap sasaran usaha dan melakukan perbaikan bila perlu.
• Mengikuti syarat-syarat pembiayaan secara keseluruhan dan ikut serta dalam pembiayaan dan penggalan dana yang penting bila perlu.

4. Merencanakan dan memantau aktivitas pembiayaan dan penggalangan dana

5. Merencanakan dan memantau sistem aplikasi dari pesanan pelanggan untuk memastikan terpenuhinya kualitas layanan.
• Mengikuti sistem aplikasi permintaan langganan dan menentukan serta memperoleh penerapan yang cocok.
• Berkoordinasi dengan para manajer guna pengembangan sistem dalam rangka pembuatan proyek yang memungkinkan sistem informasi dan transportasi pengiriman yang baku.

6. Memimpin rapat manajemen guna menyediakan media komunikasi, koordiansi dan pengambilan keputusan teknis dari sasaran-sasaran dan target yang sudah ditetapkan.

7. Menyediakan jalur komunikasi dan koordinasi yang jelas antara para manajer dan rekan sekerjanya secara fungsional di wilayah area pemasaran sebagai pusat koordinasi pembiayaan dan penggalangan dana, pengembangan sistem pemasaran dan promosi bagi yang berprestasi.
8. Memberikan persetujuan akhir atas struktur organisasi dan pengisian stafnya, remunerasi, dengar pendapat, pemberhentian, kenaikan pangkat di semua bagian yang dibawahinya.

9. Mengarahkan persiapan dan menyetujui anggaran biaya dan operasional pemasaran LKM.

10. Membuat laporan secara periodik kepada badan pengawas/ dewan pendiri, berupa :
(a) Laporan pembiayaan baru
(b) Laporan perkembangan pembiayaan
(c) Laporan dana
(d) Laporan keuangan

Hubungan Kerja Utama
(tidak termasuk hubungan yang berkaitan dengan koordinasi langsung)

1. Bekerjasama dengan pihak ketiga untuk memperoleh informasi dan data tentang produk-produk baru, sistem-sistem pelatihan dan pengembangan sistem Informasi.
2. Bekerjasama dengan bagian pembiayaan dan penggalangan dana untuk menyediakan ide-ide pengembangan pemasaran dan pengaturan wilayah pemasaran.
3. Bekerjasama dengan Administrasi dan keuangan untuk penganggaran biaya pemasaran (pameran, seminar, presentasi dll).
4. Bekerjasama dengan Administrasi dan keuangan untuk membuat target-target financial LKM.
5. Bekerjasama dengan bagian pembiayaan dan penggalangan dana untuk memperoleh koordinasi pemasaran produk.

B. Bagian Keuangan dan Adminitrasi

Kewenangan :

Menangani Administrasi dan keuangan, menyusun dan melaporkan laporan keuangan

Tugas-tugas :
• Mengerjakan Jurnal Buku Besar
• Menyusun Neraca dan Rugi Laba secara periodik
• Melakukan pengalokasian pendayagunaan dana
• Membantu manajer dalam hal pembuatan dan perumusan Arus Kas dan Budgeting.

C. Bagian Prmbiayaan

a. Kewenangan
Melakukan kegiatan pelayanan kepada peminjam serta melakukan pembinaan agar pembiayaan yang diberikan tidak macet

b. Tugas-tugas
(1) Menyusun rencana pembiayaan
(2) Menerima analisa pembiayaan
(3) Melakukan analisa pembiayaan
(4) Mengajukan pembiayaan kepada komite
(5) Melakukan administrasi pembiayaan
(6) Melakukan pembinaan nasabah/anggota
(7) Membuat laporan perkembangan pembiayaan

D. Penggalangan Dana

a. Kewenangan
Melakukan kegiatan pengerahan tabungan anggota/masyarakat sebagai pembangkait modal LKM

b. Tugas-tugas
(1) Menyusun rencana pengerahan tabungan
(2) Merencanakan produk-produk tabungan
(3) Melakukan analisa data tabungan
(4) Melakukan pembinaan nasabah/anggota
(5) Membuat laporan perkembangan tabungan

D. Kasir

Kewenangan :
Bartugas sebagai penerima dan juru bayar

Tugas-tugas :

• Menerima/menghitung uang dan membuat bukti penerimaan
• Melakukan pembayaran sesuai dengan perintah manajer
• Melayani dan membayar pengambilan tabungan
• Membuat buku kas harian
• Setiap akhir jam kerja menghitung uang yang ada dan meminta pemeriksaan dari manajer

gambar 3

gambar 3

KUALIFIKASI PENGELOLA

Untuk menempati posisi dalam struktur tersebut, diperlukan personil yang berkualifikasi memadai atau memiliki kompetensi yang sesuai baik dari aspek pengetahuan, keterampilan maupun sikap.

A. Manajer Umum
• Amanah & Jujur
• Mempunyai pengetahuan, keterampilan dan sikap kepemimpinan
• Memiliki kemampuan manajerial
• Mempunyai Visi bisnis
• Inovatif dan kreatif.
• Mampu menjalin hubungan dengan lembaga lain.
• Mampu bekerjasama dalam tim.

B. Bagian Keuangan dan Administrasi
• Amanah dan Jujur
• Berlatar belakang keuangan/akuntansi atau memiliki kecenderungan atau mempunyai pengalaman di bidang akuntansi dan manajemen keuangan.
• Cermat dan Teliti.
• Memiliki jiwa terbuka
• Mampu bekerjasama dalam tim.

C. Bagian Pembiayaan
• Amanah dan Jujur
• Kreatif dan inovatif
• Berlatar belakang atau memiliki kecenderungan atau mempunyai pengalaman di bidang merketing
• Cermat dan teliti.
• Mempunyai sikap terbuka
• Mampu bekerjasama dalam tim.
• Kemampuan dalam perancanaan program
• Kemampuan melakukan analilis usaha
• Mengerti prinisp-prinsip pengembangan usaha

D. Bagian Penggalangan Dana
• Amanah dan Jujur
• Kreatif dan inovatif
• Supel dalam bergaul
• Mempunyai sikap terbuka
• Berlatar belakang atau memiliki kecenderungan atau mempunyai pengalaman di bidang merketing
• Mampu bekerjasama dalam tim.
• Kemampuan dalam perancanaan program
• Kemampuan melakukan analilis usaha
• Mengerti prinisp-prinsip pengembangan usaha

E. Kasir
• Amanah dan jujur
• Senang dengan pekerjaan rutin
• Teliti dan cermat
• Disiplin
• Mampu menghitung dengan cepat dan cermat

Catatan : Bila pada saat awal pendirian pengelolanya terdiri dari tiga orang, maka sangat disarankan sebagai berikut :
1. Manajer umum dapat dirangkap dengan manajer Pemasaran
2. Fungsi kasir dapat dipegang oleh Pemasaran
3. Fungsi pembukuan tidak boleh melaksanakan fungsi kasir.

Pengembangan Struktur Organisasi

Struktur organisasi yang diatas adalah struktur organisasi yang dikembangkan dan dibentuk berdasarkan kebutuhan pada waktu LKM didirikan dan merupakan salah satu uni dalam gapoktan. Struktur tersebut akan berkembang seiring dengan waktu, kebutuhan kerja dan lingkup organisasi itu. Perkembangan struktur tersebut tentunya dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan organisasi yang dimaksud.

Dalam rangka pengembangan struktur organisasi tersebut, berikut dibawah ini adalah contoh perkembangan struktur organisasi yang kami ambil dari sebuah LKM yang telah berkembang, struktur ini bukan suatu standar yang harus dipunyai oleh sebuah LKM akan tetapi struktur ini dirancang dengan mempertimbangkan fungsi kerja dan penanganan pengelolaan organisasi agar lebih terkendali.

 

sumber: Modul 1 Konsep Dasar Unit Keuangan Mikro dalam Gapoktan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s